Postingan

Siapa Aku

 Aku adalah ketidak beruntungan Yang beruntung Aku adalah ketidakpastian Yang pasti Aku adalah kebahagiaan Yang menyedihkan Aku adalah kemandirian Yang beranja-anja Aku adalah keras Yang begitu lunak Siapa sebenarnya aku

Maut

 Bisa apa aku Jika ternyata maut yang segera menjemput ku Bisa apa aku Jika ternyata maut yang lebih mencintaiku Menerima pun mempersiapkan diri Hanya itu yang dapat dilakukan Aku fakir yang begitu mengharapkan cintaNya Mencari jalan untuk bertemu denganNya Aku debu yang terombang ambing Mencari haluan Jika bukan cintaNya Pada siapa lagi aku mengharapkan Cinta Jika bukan kepadaNya Lantas kepada siapa lagi aku menaruh harap.

Berbeda

 Ku kira kau berbeda Aku berhenti padamu Tak lagi kesana kemari, tertuju Kau memberi cinta sebegitu indahnya Namun, kau pula sang pemberi luka sebegitu hebatnya Kau kecintaan ku Kau hancurkan aku Luluh lantak tak tersisa Hancur lebur berduka  Renjana tanpa suara Renjana tak berfrasa Terjebak dalam fatamorgana Ruang hampa gelap gulita Telah mati binar asmara Pun hancur asmaraloka

Aku Masih Ingat

Aku masih ingat... Pagi itu Penuh sesak dalam dada Pun tubuh terguncang Oksigen ku habis Tercekik tanpa udara Sesak.. Seakan terhantam puluhan ribu ton batu besar Aku masih ingat Jemariku bergetar mengetik huruf demi huruf Merangkai kalimat pertanyaan untukmu Bagaimana bisa pikirku saat itu Sembari mengingat perlakuan manismu Aku masih ingat Ada air mata yang tak mampu tertahan Tumpah ruah dalam hening malam Sakit sekali, kau melukai Berantakan, semua telah kau hancurkan Kau membunuhku Meski begitu kau tetap merasa kau benar Aku masih ingat bagaimana aku memperbaiki hati Berusaha berfikiran baik Tak bisa, seolah kau sendiri yang membenarkan semua tuduhan Kau mengiyakan tanpa berkata Tanpa aba-aba Aku terluka sebegitu hebatnya

Masih

 Tidak tahu harus bagaimana Aku masih tertuju padamu Aku berusaha membuang semua tentangmu Berusaha bersikap acuh sepertimu Berusaha untuk tidak mau tahu semua tentangmu Aku berusaha untuk tidak mengingat mu Aku harus bagaimana Aku benar-benar tertawan Terjebak dalam ruang hampa Terjebak dalam fatamorgana Pun terjebak dalam luka Aku harus harus bagaimana Sementara kau bahkan menghacurkan asmaraloka Aku harus bagaimana duhai cinta

Mejikuhibiniu

 Mejikuhibiniu Tak terlukis pelangiku Meski hujan telah reda Belum, ini belum reda Rasa, masih sama Mejikuhibiniu Tak hadir pelangiku Meski badai telah usai Belum, ini belum selesai Mejikuhibiniu Tak akan ada pelangiku Badai enggan berlalu Pantas disebut apa kisah ini? Kisah yang kukira sempurna Namun ternyata kau memberi luka dalam cerita Bagimana... Jika luka ini lukamu Jika rasa ini rasamu Bagaimana mungkin kau tidak perduli pada rasaku Mejikuhibiniu Tak akan terlukis pelangiku.

Masih Terjebak

 Ku kira aku telah baik-baik saja Ternyata tak dapat ku bohongi rasa Tak dapat ku menipu luka Aku tak baik-baik saja Masih ada air mata yang tak dapat tertahan Masih sesak seakan ini baru terjadi Bagaimana bisa Aku belum berdamai pada rasa Aku bahkan belum terbiasa Aku masih terjebak Ku pikir aku sudah berjalan jauh Ternyata aku masih diam di tempat Tak terlukis pelangiku Badaiku belum juga berlalu Tak bisa ku temukan lembaran ku yang baru Aku masih mengharu biru Tak bisa aku temukan cahaya Ternyata aku masih terjebak dalam ruang hampa gelap gulita