Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

Takut

 Ku pandangi sebegitu lekat fotomu Banyak sekali tanya yang ingin aku dapatkan jawaban Duhai kasih, tidakkah kau memahami aku.. Tidakkah kau tau Aku diam di tempat.. Namun, kau buat lubang sebegitu dalam Kini aku jatuh dan terperosok  Sesak... Gelap... Aku takut... Takuuut  Tidakkah kau tau Aku takuuut akan diriku sendiri Tidakkah kau memahami aku Tidakkah kau tahu Dampak dari perbuatan mu Sesaaak Sungguh seperti tak ada udara Sakit Sungguh ini luka yang begitu dalam Apa yang dapat ku lakukan Memaki mu? Memaafkan mu? Aku pun tidak tahu.. Bagaimana aku akan berdamai

Ruang Hampa

 Aku memberi mu ruang kebebasan Dan biarkan aku berada dalam ruang hampa Berdiam dalam sunyi Berisik dalam pikiran Mengusik diri sendiri Biarkan aku berada dalam ruang hampa Berteriak tanpa suara Bertanya tanpa jawaban Biarkan aku berada dalam ruang hampa Gelap gulita Meski begitu aku mencari bayangmu Biarkan aku berada dalam ruang hampa Tanpa suara Biarkan aku berada dalam ruang hampa Tanpa kabar berita Biarkan aku berada dalam ruang hampa Berkecamuk tentang segala rasa Biarkan aku berada dalam ruang hampa Tanpa udara Biarkan aku berada dalam ruang hampa Tanpa siapa-siapa Biarkan aku berada dalam ruang hampa Tanpa aku yang sebelumnya

Baru Saja Sembuh

 Baru saja sembuh Bodohnya aku terlalu banyak menaruh harap Baru saja sembuh Bodohnya aku terlalu mempercayai Baru saja sembuh Bodohnya aku sungguh bodoh Baru saja sembuh Baru saja... Sungguh tak mudah Ini sulit Baru saja sembuh Aku kembali pada luka sediakala Baru sembuh Aku kembali merasa tak karuan Baru saja sembuh Aku kembali takut Baru saja sembuh Aku kembali pada rasa sesak Baru saja sembuh Baru saja... Aku kembali merasa seperti saat dulu Baru saja sembuh Aku kembali kalut Baru saja sembuh Baru saja

Biarkan

 Apa kabar hatimu? Bagaimana keadaan rasamu? Berharap segala yang terbaik untuk mu, adalah caraku berdamai pada setiap kejadian yang telah kita lalui. Semoga Tuhan senantiasa memberikan apa-apa yang terbaik untuk hidupmu. Mari bersama-sama mendewasakan diri dari kejadian serta cerita yang kita alami. Memfokuskan diri pada apapun yang akan kita gapai. Menyibukkan diri dalam diam. Belajar untuk tidak saling menyakiti diri masing-masing. Untuk saat ini tidak apa jika begini.. Berdiam tanpa kabar, menanti waktu yang terbaik menurut semesta. Terbelenggu rindu yang tak kunjung bertemu Memeluk dalam bayang serta angan Berusaha menjaga rasa yang ada. Senantiasa berdoa pada Tuhan, jika kita benar-benar ditakdirkan untuk membersamai, tak perduli jarak yang membentang, tak perduli apapun yang terjadi, tak perduli sedingin apapun kita saat ini, Tuhan akan mempersatukan. Mari saling menyabarkan hati, menguatkan diri. Berusaha untuk selalu berfikiran baik. Pada tempias hujan aku selalu berpesan,...

Duhai Hujan

 Duhai hujan Kau hadir tepat waktu Aku merindu Kau hadir seakan tau rasaku Aku menunggu Duhai hujan Kau hadir tepat waktu Aku mencarimu Duhai hujan Kau hadir tepat waktu Aku ingin mendekapmu Duhai hujan Kau hadir memberiku waktu Kembali melepas rindu mengirim sendu Duhai hujan Kau hadir tepat waktu Rintik mu selalu bisa memahami rasaku Duhai hujan Kau hadir tepat waktu Memberiku pesan perdamaian diriku Meminta waktu, mendekap dalam diam Lagi-lagi rintik mu selalu memberiku pesan kekuatan. Apa yang dapat aku lakukan selain berterima kasih akan hadirmu yang selalu tepat waktu.

Di setiap aku

 Padahal disetiap aku Memiliki trauma tanpa disadari Ternyata disetiap aku butuh psikolog namun disembuhkan oleh waktu serta keadaan. Di setiap aku, banyak ragu, namun tetap meyakinkan diri. Di setiap aku, sudah pernah terjatuh bahkan terjungkal Di setiap aku, butuh tempat untuk pulang Di setiap aku, terdapat berjuta ketakutan, namun di setiap aku dikuatkan oleh keadaan Di setiap aku memiliki cerita kelam Di setiap aku sulit mencari sandaran Tidak tahu kenapa setalah lama terbelenggu oleh keadaan di setiap aku sudah merasa nyaman ingin mengakhiri segala pencarian Di setiap aku sudah memutuskan untuk tidak lagi kesana kemari, dalam diam disetiap aku masih saja merasa terluka. Tak lagi ingin mencari, namun ternyata di setiap aku masih saja seperti tak dijadikan tempat untuk pulang. Berusaha untuk tidak menyapa yang lain, tetapi tidak juga diperlakukan yang sama, mungkin belum? Begitu kataku pada diriku sendiri Di setiap aku mari menguatkan diri sendiri, berterima kasih pada diri send...

Hujan Bulan Oktober

 Hujan bulan Oktober Berterima Kasih pada hujan yang telah hadir tepat waktu Di setiap tetes hujan terhempas ke bumi adalah bentuk syukur atas segala nikmat Tuhan.. Di setiap tetes hujan yang terhempas ke bumi adalah bentuk rindu yang telah lama terbelenggu Di setiap tetes hujan yang terhempas ke bumi adalah sapa yang menenangkan Aku suka hujan, sebab tak hanya kepada bumi hati ku pun turut serta merasakan cintanya Tak hanya pada bumi, hatiku pun turut serta merindukan  Tidak hanya bumi, aku pun selalu menunggu hadirnya Sungguh hujan seakan paham akan segala rasa yang tersembunyi.. Ia hadir tepat waktu, memeluk sejuk serta dalam, seolah dua insan yang saling melepas rindu.  Hujan hadir tepat waktu, seakan gemericik nya berbisik menguatkan "Tidak apa-apa, menangis lah, aku akan menutupi air matamu, aku akan membasuh lukamu, tenang ada aku" sungguh indah serta menenangkan.. Berterima Kasih kepada hujan, telah mampu memahami tanpa diberitahu 

Oktober

Bukankah tidak seharusnya oktober kali ini menjadi sedikit kelabu.. Mengharu biru.. Seakan ini akan berakhir.. Mengharu biru.. Kejadian ini sungguh yang pertama kali.. Mengharu biru.. Tidak disangka selama ini akan ada emosi yang begitu meledak-ledak.. Mengharu biru.. Aku ingin berteriak Meski mengharu biru biarkan ini berlalu  Oktober kali ini kelabu, kembali memberi pelajaran.. Biarkan oktober kali ini sedikit kelabu.. Meski begitu aku tetap ingin bersamamu.