Aku masih ingat... Pagi itu Penuh sesak dalam dada Pun tubuh terguncang Oksigen ku habis Tercekik tanpa udara Sesak.. Seakan terhantam puluhan ribu ton batu besar Aku masih ingat Jemariku bergetar mengetik huruf demi huruf Merangkai kalimat pertanyaan untukmu Bagaimana bisa pikirku saat itu Sembari mengingat perlakuan manismu Aku masih ingat Ada air mata yang tak mampu tertahan Tumpah ruah dalam hening malam Sakit sekali, kau melukai Berantakan, semua telah kau hancurkan Kau membunuhku Meski begitu kau tetap merasa kau benar Aku masih ingat bagaimana aku memperbaiki hati Berusaha berfikiran baik Tak bisa, seolah kau sendiri yang membenarkan semua tuduhan Kau mengiyakan tanpa berkata Tanpa aba-aba Aku terluka sebegitu hebatnya