Berlalu
Oktober sudah selesai
Akankah luka juga usai
Tidak, luka tetap tinggal
Sakit...
Jelas masih terasa
Kau bungkam
Tak tahu apa yang kau pikirkan
Tidak tau sebenarnya apa mau mu
Kau bungkam...
Seolah tak ada kalimat yang mampu kau ucap
Kau ini kenapa, teriakku dalam diam
Kau bungkam
Seolah ini semua telah kau jelaskan
Kau bungkam
Sikapmu benar tak mencari, tak juga khawatir
Aku diam di tempat
Mendengarkan setiap kalimat yang yang dikatakan semesta
Aku diam di tempat
Tak bergerak, penuh pertanyaan
Penuh akan khawatir yang membuat ku benar-benar terperosok pada lubang yang kau buat.
Simpel saja, aku hanya ingin kau tenangkan
Simpel saja, aku hanya butuh kau cari
Kau bujuk bahkan kau rayu..
Namun kalimat "Maafkan aku duhai kasih" pun tidak kunjung kau ungkapkan.
Aku ini perasa pun pemikir, aku marah aku diam.
Mencerna setiap kalimat mu, memaknai setiap apapun yang kau buat.
Aku perasa, pun pemikir, ku maknai setiap yang kau bagikan.
Aku diam, aku marah, ini membara tetapi kau salah sangka.
Setelah ini, meski waktu itu kau pun tak memahami aku.
Komentar
Posting Komentar